SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN PENILAIAN KINERJA KARYAWAN MENGGUNAKAN
METODE FUZZY PADA PT. MADESA SEJAHTERA UTAMA JAKARTA
Budi Utomo, Rame
Santoso
Program Studi Sistem
Informasi, Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer Nusa Mandiri
Jln. Kramat Raya No.2, Telp.(021)31908575, Jakarta
Pusat, Indonesia
E-mail:
budikasas4@gmail.com, rame.rms@bsi.ac.id
Abstrak
Penelititian ilmiah ini bertujuan untuk membangun sebuah sistem pendukung
keputusan yang mempunyai kemampuan analisa pemilihan karyawan berprestasi
dengan menggunakan metode Fuzzy, pengukuran kinerja karyawan
merupakan satu hal yang mutlak dilakukan secara periodik oleh suatu perusahaan
dan pengukuran kinerja karyawan sampai saat ini diukur dengan memperhatikan
faktor-faktor yang bersifat tegas saja seperti tingkat pendidikan, lama
bekerja, sedangkan faktor-faktor yang sifatnya Fuzzy terkadang terabaikan.
Dalam paper ini akan dibahas suatu metode penilaian
kinerja karyawan dengan faktor-faktor fuzzy sebagai parameter dimana masing-masing kriteria dalam hal ini faktor penilaian dan alternatif dalam hal ini para karyawan dibandingkan satu
dengan yang lainnya. Sehingga memberikan output nilai intesitas prioritas, yang
menghasilkan suatu sistem yang memberikan penilaian terhadap setiap karyawan.
Hal ini berguna untuk memudahkan pengambil keputusan yang terkait dengan
masalah pemilihan karyawan berprestasi, sehingga akan didapatkan karyawan yang
paling layak diberi reward atau
penghargaan.
Abstract
Purpose of this research is to develop a decision support system that has the ability to analyze the selection of employees performance by using Fuzzy, Measurement of employee performance is one thing that must be carried out periodically by a company and measure employee performance to date measured by taking into account factors that are assertive course such as education level , years of service, while the factors that are Fuzzy sometimes neglected .
In this paper will discuss a method of performance appraisal factors Fuzzy where each criterion in this case factors and alternative assessment in this case the employees compared with each other, the calculation value of the weight each criterion. It is useful to facilitate the decision-makers on issues related to the selection of high performing employees, so that employees will get the most deserving of a reward.
Key Word : Decision Support
System, Fuzzy.
1.
Pendahuluan
Sumber
daya manusia (SDM) yang tinggi diperlukan untuk meningkatkan produktivitas kinerja
suatu perusahaan.Sumber daya manusia yang mempunyai keahlian atau kompetensi akan
dapat meningkatkan prestasi kerja karyawan. Penilaian prestasi karyawan mutlak harus
di lakukan untuk mengetahui prestasi yang telah dicapai setiap karyawan, Apakah
prestasi yang dicapai setiap karyawan baik, sedang atau kurang.
Penilaian prestasi
penting bagi perusahaan untuk menetapkan kebijakan selanjutnya.Untuk itu setiap
perusahaan mempunyai cara yang berbeda dalam melakukan penilaian prestasi kerja
karyawan. Penilaian itu tergantung pada kebijakan perusahaan.
PT. Madesa
Sejahtera Utama merupakan sebuah perusahaan yang bergerak dibidang distributor alat-alat
kesehatan.Sama seperti perusahaan lainnya, PT. Madesa Sejahtera Utama memiliki kriteria-kriteria
saat melakukan penilaian kinerja pada karyawannya. Banyaknya criteria inilah
yang membutuh kanwaktu yang relativelama karena data masihdiolahsecara manual sehingga
kemungkinan terjadinya kesalahan sangat besar. Pihak manajemen menginginkan
data valid untuk menghindari penilaian secara subjektif, kemudian dilakukan
proses perankingan yang akan menentukan alternative
yang optimal, yaitu karyawan terbaik.
Sistem
pendukung keputusan ini membantu melakukan penilaian setiap karyawan, melakukan
perubahan kriteria,dan Implementasi Sistem Penilaian (Krisnadhi dkk) perubahan
nilai bobot. Hal ini berguna untuk
memudahkan
pengambil keputusan yang terkait dengan masalah pemilihan karyawan berprestasi,
sehingga akan di dapatkan karyawan yang paling layak diberi reward
atau
penghargaan (3).
Dari
beberapa pendekatan yang memungkinkan, dipilih pendekatan Fuzzy Multi
Attribute Decision Making (FMADM) dengan metode Simple Additive
Weighting (SAW). Metode ini dipilih karena metode ini menentukan nilai bobot
untuk setiap atribut, kemudian dilanjutkan dengan proses perangkingan yang
akan
menyeleksi alternatif terbaik dari sejumlah alternatif, dalam hal ini alternative
yang dimaksud adalah yang berhak menerima reward berdasarkan kriteria-kriteria
yang ditentukan. Alasan lain penggunaan Fuzzy
Multi Attribute Decision Making (FMADM)
dengan metode Simple Additive Weighting (SAW) karena data penilaian yang
diinput tidak harus berupa data crips, berbeda dengan metode Multi Attribute
Decision Making
(MADM)
klasik, dimana input data penilaian harus berupa data crips.
2.
Metode Penelitian
Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan diatas, maka permasalahan
dapat diidentifikasi sebagai berikut :
1.
Bagaimana menilai kinerja karyawan untuk memperoleh
karyawan berprestasi pada PT. Madesa Sejahtera Utama ?
2.
Bagaimana menerapkan metodeFuzzy Multiple Attribute Decision Making (FMADM) untuk menentukan
karyawan berprestasi pada karyawan PT. Madesa Sejahtera Utama ?
Pihak manajemen masih
sulit untuk memberi bobot setiap kriteria yang telah ditentukan oleh perusahaan.
2.1.Maksud
dan Tujuan
Maksud dari penulisan skripsi ini diharapkan dapat terlaksana dengan baikantara
lain :
1.
Sebagai salah satu saran atau berupa masukan alternatif
untuk membantu penyeleksian karyawan berprestasi berdasarkan perhitungan
kinerja karyawan padaPT.Madesa Sejahtera Utama.
2.
MetodeFuzzy Multiple Attribute Decision Making
(FMADM)diterapkan sebagai metode untuk pengambilan keputusan.
Sedangkan tujuan dari penelitian ini adalah sebagai salah satu syarat
kelulusan pada program Strata Satu (S1) untuk program studi Sistem Informasi di
Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer Nusa Mandiri (STMIK Nusa
Mandiri) Jakarta.
2.2. Metode
Penelitian
Dalam penelitian penulis menggunakan beberapa metode agar penelitian ini
dapat diselesaikan dengan baik. Adapun beberapa metode yang digunakan penulis
dalam penelitian ini adalah :
A. Observasi
Selama riset penulis melakukan pengamatan langsung
terhadap tahapan kinerja setiap karyawan di PT. Madesa Sejahtera UtamaJalanGunungSahari
Raya No. 51A/14 Jakarta Pusat.
B.
Wawancara
Penulis juga mengadakan wawancara langsung Ibu Swandajani
Rositawati selaku bagian keuangan dan Ibu Sri Utama Ekaning tyas pada bagian
HRD (Human Resource Department) dan berusaha untuk mencoba menanyakan kepada
beliau mengenai berbagai sumber meliputi data karyawan di PT. Madesa
Sejahtera Utama dan kriteria yang harus dipenuhi.
C.
Studi Pustaka
Dengan studi pustaka ini penulis mencari referensi yang
ditunjang dengan buku-buku yang berhubungan dengan masalah yang ditulis dalam penyusunan
Skripsi (S1).
FMADM
:
a.
Membuat rating pada setiap alternative berdasarkan agregasi derajat kecocokan
pada semua
kriteria.
b.
Merangking semua alternative untuk
mendapatkan alternative terbaik. Ada
2 (dua) cara yang digunakan, yaitu defuzzy atau relasi preferensi
fuzzy (7).
Simple Additive Weighting Method (SAW)
Metode ini sering dikenal dengan istilah metode
penjumlahan terbobot. Konsep dasar metode ini adalah mencari penjumlahan
terbobot dari rating kinerja pada setiap
semua atribut (7). Metode
ini
membutuhkan proses normalisasi matriks keputusan (X) ke suatu skala yang dapat
diperbandingkan dengan semua rating alternatif yang ada. Dimana rij adalah
rating kinerja
ternormalisasi
dari alternatif Ai pada atribut Cj, i = 1, 2, ..., m dan j = 1, 2, ..., n.
Nilai preferensi untuk setiap alternative (Vi) diberikan sebagai : Vi = Σ Wj . rij. Nilai Vi yang lebih besar
mengidentifikasikan bahwa alternatif Ai lebih terpilih.
3. Metode Penelitian
1. Jenis Penelitian
Penelitian
dilakukan di PT. Madesa Sejahtera Utama dengan membandingkan antara penilaian
kinerja karyawan secara manual dengan penilaian kinerja karyawan dengan metode
FSAW untuk
mengetahui
seberapa cepat, akurat dan tepat proses perhitungan yang dilakukan. Untuk melakukan penelitian
dilakukan observasi terlebih dahulu di
PT.
Madesa Sejahtera Utama dengan membagikan kuesioner dan melakukan wawancara
kepada pemilik perusahaan.
2. Populasi dan Sampel
Jumlah
karyawan yang digunakan dalam populasi adalah 20 orang.
3. Metode Pengumpulan Data
Pengumpulan
data dilakukan dengan
memberikan
kuesioner kepada 5 (empat) orang yang terdiri dari pemilik perusahaan, manager operasional,
kepala bagian dan pengawas. Berikut
pertanyaan
yang disampaikan pada pre test :
1.
Penilaian kinerja karyawan yang berjalan saat ini dapat memberikan informasi
yang akurat ?
2.
Penilaian kinerja karyawan yang berjalan saat ini dapat memberikan hasil yang
cepat ?
3.
Penilaian kinerja karyawan yang berjalan saat ini dapat membantu perusahaan
dalam pengambilan
keputusan
?
4.
Proses yang berjalan saat ini dapat memudahkan dalam melakukan penilaian
kinerja karyawan ?
5.
Proses yang berjalan saat ini sudah memberikan analisis yang tepat dan akurat
terhadap penilaian kinerja karyawan ?
6.
Penilaian kinerja karyawan yang berjalan saat ini menggunakan beberapa
parameter / variabel ?
7.
Penilaian kinerja karyawan yang berjalan saat ini dapat memberikan keuntungan
bagi perusahaan ?
Hasil
kuesioner tersebut diukur dengan skala likert yang nerupakan bentuk skala penilaian
antar 1 (satu) sampai 4 (empat) dengan deskripsi sebagai
berikut
:
a.
Angka 1 (satu) menyatakan tidak setuju (TS).
b.
Angka 2 (dua) menyatakan kurang setuju (KS).
c. Angka 3
menyatakan Ragu-Ragu (R)
d.
Angka 3 (tiga) menyatakan setuju (S).
e.
Angka 4 (empat) menyatakan sangat setuju (SS).
3.
Teknik
Pengumpulan Data
Setelah
data diperoleh, selanjutnya adalah melakukan perhitungan dengan data tersebut
dengan metode FSAW.Untuk menganalisis data hasil angket dilakukan
langkah-langkah sebagai
berikut
:
1.
Melakukan identifikasi kriteria.
Identifikasi
kriteria :
C1
= kuantitas dan kualitas kerja
C2
= ketaatan
C3
= kerjasama
C4
= semangat kerja
C5
= disiplin kerja
Dari
bilangan fuzzy bobot yang telah dikonversikan ke bilangan kriteria : Sangat
Rendah (SR) = 0 ; Rendah (R) = 0,25 ; Cukup (C) = 0,5 ; Tinggi
(T)
= 0,75 ; Sangat Tinggi (ST) = 1
Tabel
3 : Hasil Nilai Kriteria

2.
Melakukan konversi bilangan fuzzy
ke
bilangan kriteria :
Semua
kriteria terbagi atas 5 (lima) bilangan fuzzy, yaitu sangat kurang (SK), kurang
(K), cukup (C), baik (B), sangat baik (SB). Bilanganbilangan
tersebut
dapat dikonversikan ke bilangan kriteria :
SK
= 0 ; K = 0,25 ; C = 0,5 ;
B
= 0,75 ; SB = 1.
Tabel
4 : Nilai Kriteria Terkonversi

3.
Membuat matriks keputusan.
Berdasarkan
tabel rating kecocokan, dapat dibentuk matriks keputusan sebagai berikut :
0.75 … 0.75
X=
0.75 … 1
Dari
matriks keputusan (X) tersebut kemudian dilakukan proses normalisasi ke seluruh
skala yang
dapat
diperbandingkan dengan semua rating alternatif.

4. Proses Normalisasi
Tabel IV.13 Perbandingan Hasil Pre Test dan Post Test

Melakukan
perangkingan. Setelah proses normalisasi, kemudian dihitung nilai preferensi
untuk
setiap alternatif (Vi) dengan vektor bobot W =[1;0,75;0,5;0,5;0,75].
5.
Hasil
Dan Pembahasan
A. Hasil
Setelah
penilaian kinerja karyawan dengan metode FSAW diimplementasikan di PT. Madesa
Sejahtera Utama, disebar kuesioner tahap kedua dengan responden yang sama untuk
mengukur dampak implementasi sistem dengan pertanyaan dan hasil sebagai
berikut:
- Apakah
sistem pendukung keputusan penilaian kinerja karyawan dengan metode FSAW
dapat memberikan informasi yang lebih akurat?
- Apakah
sistem pendukung keputusan penilaian kinerja karyawan dengan metode FSAW
dapat lebih efektif untuk menilai kinerja karyawan?
- Apakah
sistem pendukung keputusan penilaian kinerja karyawan dengan metode FSAW
dapat membantu perusahaan dalam pengambilan keputusan?
- Apakah
sistem pendukung keputusan penilaian kinerja karyawan dengan metode FSAW
dapat digunakan secara mudah dalam melakukan penilaian prestasi kerja
karyawan?
- Apakah
sistem pendukung keputusan penilaian kinerja karyawan dengan metode FSAW
dapat memberikan analisis yang lebih tepat dan akurat?
- Apakah
sistem pendukung keputusan penilaian kinerja karyawan dengan metode FSAW
dapat digunakan untuk menilai kinerja karyawan dengan menggunakan beberapa
parameter?
- Apakah
sistem pendukung keputusan penilaian kinerja karyawan dengan metode FSAW
dapat memberikan keuntungan bagi perusahaan?
Apabila tabel
hasil pre test dan post test tersebut digambarkan dalam bentuk grafik, akan
tampak perbedaan yang signifikan terhadap penggunaan sistem pendukung keputusan
penilaian kinerja karyawan dengan metode FSAW.
Tabel
IV.15 Perbedaan perangkingan manual dengan perhitungan FSAW

3.4 Lampiran
Merupakan Grafik yang dihasilkan perangkingan dengan perhitungan manual
dan perangkingan dengan perhitungan fuzzy Simple Additive Weighting tersebut
digambarkan dalam bentuk grafik, akan tampak hasil sebagai berikut:

Gambar Grafik
perbandingan perangkingan manual denganFSAW
6. Kesimpulan
Berdasarkan
hasil pengumpulan data dan analisa maka dapat diambil kesimpulan sebagai
berikut :
1.
Penulis menyajikan model pengambil
keputusan pemilihan karyawan berprestasi berdasarkan kinerja karyawan, dengan
menggunakan metode Fuzzy Simple Additive
Weighting(FSAW) menjadi sangat praktis dalam mendukung keputusan dengan
banyak kriteria. Hal ini menjadi alternatif pimpinan dalam mengambil keputusan
secara optimal.
2.
Urutan prioritas kriteria dari pemilihan
alternatif karyawan berprestasi adalah sebagai berikut. Hasil Faqih memperoleh
peringkat teratas dari gabungan kuisioner dengan nilai 4.31 dan Julian memperoleh peringkat ke dua dengan nilai
3.57. dengan demikian Faqih adalah Alternatif yang terpilih sebagai alternatif
terbaik pertama dan Julian sebagai alternatif ke dua sedangkan Nazir
mendapatkan nilai terendah.
3.
Hasil perhitungan FSAW yang diterapkan
tersebut menghasilkan keluaran intensitas prioritas karyawan tertinggi.
Sehingga karyawan yang memiliki nilai tertinggi layak untuk mendapatkan reward atau penghargaan.
7.
Saran-Saran
Berdasarkan
hasil penelitian ini terdapat beberapa hal yang dapat dilakukan untuk
pengembangan lebih lanjut, antara lain yaitu :
1.
Untuk lebih mudah dalam hal penerapan
metode Fuzzy Simple Additive Weighting
(FSAW) dalam memilih karyawan berprestasi. Sebaiknya skala dinilai bersama-sama
oleh pihak pengambil keputusan dalam suatu rapat koordinasi.
2.
Karyawan yang mendapatkan bobot nilai
terendah juga layak untuk mendapatkan pelatihan-pelatihan khusus untuk
menunjang kinerja atau performance kerja.
Aplikasi
ini dapat dikembangkan lebih jauh dengan menambah kriteria maupun alternatif
yang ada
8. Daftar Pustaka
[1] Augusty,
Ferdinand. 2006. Metodologi Penelitian Manajemen. Edisi 2. Semarang: Badan Penerbit
Universitas Diponegoro.
[2] Drs.
Awal Sugiyanto, M.Kes, Teknik
Pengambilan Sampel Pada Penelitian NonEksperimental.http://www.tokobuku
ahma.com/teknik-pengambilan-sampel-pada-penelitian-non-eksperimental-awal-sugiyanto
[3] Firdaus, M.
Aziz. 2010. Metode Penelitian. Tangerang: Jelajah Nusa
[4] Hariandja,
Marihot TE 2007. Pengadaan, Pengembangan, Pengkompensasian, dan Peningkatan
Produktivitas Pegawai Jakarta: PT. Gresindo.
[5] Husein
Umar, 2005. Metode Penelitian. Jakarta : Salemba Empat.
[6] Kusuma
dewi, Sri dan Sri Hartati. 2010. Neuro-Fuzzy: Integrasi Sistem Fuzzy &
Jaringan Syaraf. Yogyakarta: Graha Ilmu.
[7] Narbuko,
Cholid dan Abu Achmadi. 2009. Metodologi Penelitian. Jakarta: Bumi Aksara.
[8] Pahlevy,
Randy, Tesar. 2010. Rancang Bangun Sistem Pendukung Keputusan menentukan
penerima biasiswa dengan menggunakan metode Simpele Additive Weighting
(SAW).Surabaya Indonesia.
[9] Rivai,
Veithzal. & Sagala, EJ. 2009. Manajemen Sumber Daya Manusia untuk
Perusahaan. Jakarta : Rajagrafindo Persada.
No comments:
Post a Comment