Wednesday, January 18, 2017

SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN PENILAIAN KINERJA KARYAWAN MENGGUNAKAN METODE FUZZY PADA PT. MADESA SEJAHTERA UTAMA JAKARTA

Budi Utomo, Rame Santoso

Program Studi Sistem Informasi, Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer Nusa Mandiri
Jln. Kramat Raya No.2, Telp.(021)31908575, Jakarta Pusat, Indonesia



Abstrak

Penelititian ilmiah ini bertujuan untuk membangun sebuah sistem pendukung keputusan yang mempunyai kemampuan analisa pemilihan karyawan berprestasi dengan menggunakan metode Fuzzy, pengukuran kinerja karyawan merupakan satu hal yang mutlak dilakukan secara periodik oleh suatu perusahaan dan pengukuran kinerja karyawan sampai saat ini diukur dengan memperhatikan faktor-faktor yang bersifat tegas saja seperti tingkat pendidikan, lama bekerja, sedangkan faktor-faktor yang sifatnya Fuzzy terkadang terabaikan.

Dalam paper ini akan dibahas suatu metode penilaian kinerja karyawan dengan faktor-faktor fuzzy sebagai parameter dimana masing-masing kriteria dalam hal ini faktor penilaian dan alternatif dalam hal ini para karyawan dibandingkan satu dengan yang lainnya. Sehingga memberikan output nilai intesitas prioritas, yang menghasilkan suatu sistem yang memberikan penilaian terhadap setiap karyawan. Hal ini berguna untuk memudahkan pengambil keputusan yang terkait dengan masalah pemilihan karyawan berprestasi, sehingga akan didapatkan karyawan yang paling layak diberi reward atau penghargaan.

Abstract

                    Purpose of this research is to develop a decision support system that has the ability to analyze the selection of employees performance by using Fuzzy, Measurement of employee performance is one thing that must be carried out periodically by a company and measure employee performance to date measured by taking into account factors that are assertive course such as education level , years of service, while the factors that are Fuzzy sometimes neglected . 
                    
                    In this paper will discuss a method of performance appraisal factors Fuzzy where each criterion in this case factors and alternative assessment in this case the employees compared with each other, the calculation value of the weight each criterion. It is useful to facilitate the decision-makers on issues related to the selection of high performing employees, so that employees will get the most deserving of a reward.

Key Word : Decision Support System, Fuzzy.




1. Pendahuluan
Sumber daya manusia (SDM) yang tinggi diperlukan untuk meningkatkan produktivitas kinerja suatu perusahaan.Sumber daya manusia yang mempunyai keahlian atau kompetensi akan dapat meningkatkan prestasi kerja karyawan. Penilaian prestasi karyawan mutlak harus di lakukan untuk mengetahui prestasi yang telah dicapai setiap karyawan, Apakah prestasi yang dicapai setiap karyawan baik, sedang atau kurang.
Penilaian prestasi penting bagi perusahaan untuk menetapkan kebijakan selanjutnya.Untuk itu setiap perusahaan mempunyai cara yang berbeda dalam melakukan penilaian prestasi kerja karyawan. Penilaian itu tergantung pada kebijakan perusahaan.
PT. Madesa Sejahtera Utama merupakan sebuah perusahaan yang bergerak dibidang distributor alat-alat kesehatan.Sama seperti perusahaan lainnya, PT. Madesa Sejahtera Utama memiliki kriteria-kriteria saat melakukan penilaian kinerja pada karyawannya. Banyaknya criteria inilah yang membutuh kanwaktu yang relativelama  karena data masihdiolahsecara manual sehingga kemungkinan terjadinya kesalahan sangat besar. Pihak manajemen menginginkan data valid untuk menghindari penilaian secara subjektif, kemudian dilakukan proses perankingan yang akan menentukan alternative yang optimal, yaitu karyawan terbaik.
Sistem pendukung keputusan ini membantu melakukan penilaian setiap karyawan, melakukan perubahan kriteria,dan Implementasi Sistem Penilaian (Krisnadhi dkk) perubahan nilai bobot. Hal ini berguna untuk
memudahkan pengambil keputusan yang terkait dengan masalah pemilihan karyawan berprestasi, sehingga akan di dapatkan karyawan yang paling layak diberi reward
atau penghargaan (3).
Dari beberapa pendekatan yang memungkinkan, dipilih pendekatan Fuzzy Multi Attribute Decision Making (FMADM) dengan metode Simple Additive Weighting (SAW). Metode ini dipilih karena metode ini menentukan nilai bobot untuk setiap atribut, kemudian dilanjutkan dengan proses perangkingan yang
akan menyeleksi alternatif terbaik dari sejumlah alternatif, dalam hal ini alternative yang dimaksud adalah yang berhak menerima reward berdasarkan kriteria-kriteria yang ditentukan. Alasan lain penggunaan Fuzzy
Multi Attribute Decision Making (FMADM) dengan metode Simple Additive Weighting (SAW) karena data penilaian yang diinput tidak harus berupa data crips, berbeda dengan metode Multi Attribute Decision Making
(MADM) klasik, dimana input data penilaian harus berupa data crips.

2. Metode Penelitian

Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan diatas, maka permasalahan dapat diidentifikasi sebagai berikut :
1.       Bagaimana menilai kinerja karyawan untuk memperoleh karyawan berprestasi pada PT. Madesa Sejahtera Utama ?
2.       Bagaimana menerapkan metodeFuzzy Multiple Attribute Decision Making (FMADM) untuk menentukan karyawan berprestasi pada karyawan PT. Madesa Sejahtera Utama ?
Pihak manajemen masih sulit untuk memberi bobot setiap kriteria yang telah ditentukan oleh perusahaan.



2.1.Maksud dan Tujuan

Maksud dari penulisan skripsi ini diharapkan dapat terlaksana dengan baikantara lain :
1.    Sebagai salah satu saran atau berupa masukan alternatif untuk membantu penyeleksian karyawan berprestasi berdasarkan perhitungan kinerja karyawan padaPT.Madesa Sejahtera Utama.
2.    MetodeFuzzy Multiple Attribute Decision Making (FMADM)diterapkan sebagai metode untuk pengambilan keputusan.
Sedangkan tujuan dari penelitian ini adalah sebagai salah satu syarat kelulusan pada program Strata Satu (S1) untuk program studi Sistem Informasi di Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer Nusa Mandiri (STMIK Nusa Mandiri) Jakarta.
2.2. Metode Penelitian
Dalam penelitian penulis menggunakan beberapa metode agar penelitian ini dapat diselesaikan dengan baik. Adapun beberapa metode yang digunakan penulis dalam penelitian ini adalah :
A.     Observasi
Selama riset penulis melakukan pengamatan langsung terhadap tahapan kinerja setiap karyawan di PT. Madesa Sejahtera UtamaJalanGunungSahari Raya No. 51A/14 Jakarta Pusat.
B.      Wawancara

Penulis juga mengadakan wawancara langsung Ibu Swandajani Rositawati selaku bagian keuangan dan Ibu Sri Utama Ekaning tyas pada bagian HRD (Human Resource Department) dan berusaha untuk mencoba menanyakan kepada beliau mengenai berbagai sumber meliputi data karyawan di PT. Madesa Sejahtera Utama dan kriteria yang harus dipenuhi.

C.    Studi Pustaka

Dengan studi pustaka ini penulis mencari referensi yang ditunjang dengan buku-buku yang berhubungan dengan masalah yang ditulis dalam penyusunan Skripsi (S1).

FMADM :
a. Membuat rating pada setiap alternative berdasarkan agregasi derajat kecocokan pada semua
kriteria.
b. Merangking semua alternative untuk mendapatkan alternative terbaik. Ada 2 (dua) cara yang digunakan, yaitu defuzzy atau relasi preferensi fuzzy (7).
Simple Additive Weighting Method (SAW)
Metode ini sering dikenal dengan istilah metode penjumlahan terbobot. Konsep dasar metode ini adalah mencari penjumlahan terbobot dari rating  kinerja pada setiap semua atribut (7). Metode
ini membutuhkan proses normalisasi matriks keputusan (X) ke suatu skala yang dapat diperbandingkan dengan semua rating alternatif yang ada. Dimana rij adalah rating kinerja
ternormalisasi dari alternatif Ai pada atribut Cj, i = 1, 2, ..., m dan j = 1, 2, ..., n. Nilai preferensi untuk setiap alternative (Vi) diberikan sebagai : Vi = Σ Wj . rij. Nilai Vi yang lebih besar mengidentifikasikan bahwa alternatif Ai lebih terpilih.
3. Metode Penelitian
1. Jenis Penelitian
Penelitian dilakukan di PT. Madesa Sejahtera Utama dengan membandingkan antara penilaian kinerja karyawan secara manual dengan penilaian kinerja karyawan dengan metode FSAW untuk
mengetahui seberapa cepat, akurat dan tepat proses perhitungan yang  dilakukan. Untuk melakukan penelitian dilakukan observasi terlebih dahulu di
PT. Madesa Sejahtera Utama dengan membagikan kuesioner dan melakukan wawancara kepada pemilik perusahaan.
2. Populasi dan Sampel
Jumlah karyawan yang digunakan dalam populasi adalah 20 orang.

3. Metode Pengumpulan Data
Pengumpulan data dilakukan dengan
memberikan kuesioner kepada 5 (empat) orang yang terdiri dari pemilik perusahaan, manager operasional, kepala bagian dan pengawas. Berikut
pertanyaan yang disampaikan pada pre test :
1. Penilaian kinerja karyawan yang berjalan saat ini dapat memberikan informasi yang akurat ?
2. Penilaian kinerja karyawan yang berjalan saat ini dapat memberikan hasil yang cepat ?
3. Penilaian kinerja karyawan yang berjalan saat ini dapat membantu perusahaan dalam pengambilan
keputusan ?
4. Proses yang berjalan saat ini dapat memudahkan dalam melakukan penilaian kinerja karyawan ?
5. Proses yang berjalan saat ini sudah memberikan analisis yang tepat dan akurat terhadap penilaian kinerja karyawan ?
6. Penilaian kinerja karyawan yang berjalan saat ini menggunakan beberapa parameter / variabel ?
7. Penilaian kinerja karyawan yang berjalan saat ini dapat memberikan keuntungan bagi perusahaan ?
Hasil kuesioner tersebut diukur dengan skala likert yang nerupakan bentuk skala penilaian antar 1 (satu) sampai 4 (empat) dengan deskripsi sebagai
berikut :
a. Angka 1 (satu) menyatakan tidak setuju (TS).
b. Angka 2 (dua) menyatakan kurang setuju (KS).
c. Angka 3 menyatakan Ragu-Ragu (R)
d. Angka 3 (tiga) menyatakan setuju (S).
e. Angka 4 (empat) menyatakan sangat setuju (SS).

3.      Teknik Pengumpulan Data
Setelah data diperoleh, selanjutnya adalah melakukan perhitungan dengan data tersebut dengan metode FSAW.Untuk menganalisis data hasil angket dilakukan langkah-langkah sebagai
berikut :
1. Melakukan identifikasi kriteria.
Identifikasi kriteria :
C1 = kuantitas dan kualitas kerja
C2 = ketaatan
C3 = kerjasama
C4 = semangat kerja
C5 = disiplin kerja
Dari bilangan fuzzy bobot yang telah dikonversikan ke bilangan kriteria : Sangat Rendah (SR) = 0 ; Rendah (R) = 0,25 ; Cukup (C) = 0,5 ; Tinggi
(T) = 0,75 ; Sangat Tinggi (ST) = 1

Tabel 3 : Hasil Nilai Kriteria
2.      Melakukan konversi bilangan fuzzy
ke bilangan kriteria :
Semua kriteria terbagi atas 5 (lima) bilangan fuzzy, yaitu sangat kurang (SK), kurang (K), cukup (C), baik (B), sangat baik (SB). Bilanganbilangan
tersebut dapat dikonversikan ke bilangan kriteria :
SK = 0 ; K = 0,25 ; C = 0,5 ;
B = 0,75 ; SB = 1.

Tabel 4 : Nilai Kriteria Terkonversi

3.      Membuat matriks keputusan.
Berdasarkan tabel rating kecocokan, dapat dibentuk matriks keputusan sebagai berikut :
            0.75     …        0.75
X=
            0.75     …        1
Dari matriks keputusan (X) tersebut kemudian dilakukan proses normalisasi ke seluruh skala yang
dapat diperbandingkan dengan semua rating alternatif.




4.      Proses Normalisasi

Tabel IV.13 Perbandingan Hasil Pre Test dan Post Test
Melakukan perangkingan. Setelah proses normalisasi, kemudian dihitung nilai preferensi
untuk setiap alternatif (Vi) dengan vektor bobot W =[1;0,75;0,5;0,5;0,75].




5.       Hasil Dan Pembahasan
A.       Hasil
Setelah penilaian kinerja karyawan dengan metode FSAW diimplementasikan di PT. Madesa Sejahtera Utama, disebar kuesioner tahap kedua dengan responden yang sama untuk mengukur dampak implementasi sistem dengan pertanyaan dan hasil sebagai berikut:
  1. Apakah sistem pendukung keputusan penilaian kinerja karyawan dengan metode FSAW dapat memberikan informasi yang lebih akurat?
  2. Apakah sistem pendukung keputusan penilaian kinerja karyawan dengan metode FSAW dapat lebih efektif untuk menilai kinerja karyawan?
  3. Apakah sistem pendukung keputusan penilaian kinerja karyawan dengan metode FSAW dapat membantu perusahaan dalam pengambilan keputusan?
  4. Apakah sistem pendukung keputusan penilaian kinerja karyawan dengan metode FSAW dapat digunakan secara mudah dalam melakukan penilaian prestasi kerja karyawan?
  5. Apakah sistem pendukung keputusan penilaian kinerja karyawan dengan metode FSAW dapat memberikan analisis yang lebih tepat dan akurat?
  6. Apakah sistem pendukung keputusan penilaian kinerja karyawan dengan metode FSAW dapat digunakan untuk menilai kinerja karyawan dengan menggunakan beberapa parameter?
  7. Apakah sistem pendukung keputusan penilaian kinerja karyawan dengan metode FSAW dapat memberikan keuntungan bagi perusahaan?

Apabila tabel hasil pre test dan post test tersebut digambarkan dalam bentuk grafik, akan tampak perbedaan yang signifikan terhadap penggunaan sistem pendukung keputusan penilaian kinerja karyawan dengan metode FSAW.
Tabel IV.15 Perbedaan perangkingan manual dengan perhitungan FSAW
3.4 Lampiran

Merupakan Grafik yang dihasilkan perangkingan dengan perhitungan manual dan perangkingan dengan perhitungan fuzzy Simple Additive Weighting tersebut digambarkan dalam bentuk grafik, akan tampak hasil sebagai berikut:


Gambar Grafik perbandingan perangkingan manual denganFSAW

6. Kesimpulan

Berdasarkan hasil pengumpulan data dan analisa maka dapat diambil kesimpulan sebagai berikut :
1.       Penulis menyajikan model pengambil keputusan pemilihan karyawan berprestasi berdasarkan kinerja karyawan, dengan menggunakan metode Fuzzy Simple Additive Weighting(FSAW) menjadi sangat praktis dalam mendukung keputusan dengan banyak kriteria. Hal ini menjadi alternatif pimpinan dalam mengambil keputusan secara optimal.
2.       Urutan prioritas kriteria dari pemilihan alternatif karyawan berprestasi adalah sebagai berikut. Hasil Faqih memperoleh peringkat teratas dari gabungan kuisioner dengan nilai 4.31 dan Julian  memperoleh peringkat ke dua dengan nilai 3.57. dengan demikian Faqih adalah Alternatif yang terpilih sebagai alternatif terbaik pertama dan Julian sebagai alternatif ke dua sedangkan Nazir mendapatkan nilai terendah.
3.       Hasil perhitungan FSAW yang diterapkan tersebut menghasilkan keluaran intensitas prioritas karyawan tertinggi. Sehingga karyawan yang memiliki nilai tertinggi layak untuk mendapatkan reward atau penghargaan.

7.       Saran-Saran

            Berdasarkan hasil penelitian ini terdapat beberapa hal yang dapat dilakukan untuk pengembangan lebih lanjut, antara lain yaitu :

1.       Untuk lebih mudah dalam hal penerapan metode Fuzzy Simple Additive Weighting (FSAW) dalam memilih karyawan berprestasi. Sebaiknya skala dinilai bersama-sama oleh pihak pengambil keputusan dalam suatu rapat koordinasi.

2.       Karyawan yang mendapatkan bobot nilai terendah juga layak untuk mendapatkan pelatihan-pelatihan khusus untuk menunjang kinerja atau  performance kerja.

Aplikasi ini dapat dikembangkan lebih jauh dengan menambah kriteria maupun alternatif yang ada


8.    Daftar Pustaka

[1]    Augusty, Ferdinand. 2006. Metodologi Penelitian Manajemen. Edisi 2. Semarang: Badan Penerbit Universitas Diponegoro.

[2]     Drs. Awal Sugiyanto, M.Kes, Teknik Pengambilan Sampel Pada Penelitian NonEksperimental.http://www.tokobuku ahma.com/teknik-pengambilan-sampel-pada-penelitian-non-eksperimental-awal-sugiyanto

[3] Firdaus, M. Aziz. 2010. Metode Penelitian. Tangerang: Jelajah Nusa

[4]    Hariandja, Marihot TE 2007. Pengadaan, Pengembangan, Pengkompensasian, dan Peningkatan Produktivitas Pegawai Jakarta: PT. Gresindo.

[5]     Husein Umar, 2005. Metode Penelitian. Jakarta : Salemba Empat.

[6]    Kusuma dewi, Sri dan Sri Hartati. 2010. Neuro-Fuzzy: Integrasi Sistem Fuzzy & Jaringan Syaraf. Yogyakarta: Graha Ilmu.

[7]    Narbuko, Cholid dan Abu Achmadi. 2009. Metodologi Penelitian. Jakarta: Bumi Aksara.

[8]    Pahlevy, Randy, Tesar. 2010. Rancang Bangun Sistem Pendukung Keputusan menentukan penerima biasiswa dengan menggunakan metode Simpele Additive Weighting (SAW).Surabaya Indonesia.

[9]    Rivai, Veithzal. & Sagala, EJ. 2009. Manajemen Sumber Daya Manusia untuk Perusahaan. Jakarta : Rajagrafindo Persada.

[10] Sugiyono. 2009. Metode Penelitian Kuantitatif dan Kualitatif. CV.Alfabeta: Bandung.



No comments:

Post a Comment