ENTERPRISE
RESOURCE PLANNING (ERP) SOLUSI SISTEM INFORMASI TERINTEGRASI PADA PT. TELVIEW
TECHNOLOGY
FAAQIHUL ULUM, RAME SANTOSO
Sistem Informasi, Sekolah Tinggi Manajemen Informatika
dan Komputer Nusa Mandiri, Jakarta
E-mail : Faaqihul@gmail.com,rame.rms@bsi.sc.id
Abstrak
Riset ini telah dilaksanakan di PT. Telview
Technology, objek dalam riset ini adalah implementasi Enterprise Resource Planning (ERP) dan
pengaruhnya terhadap kualitas informasi. Implementasi Enterprise Resource Planning
(ERP) dan kualitas informasi dalam kategori kuat. Metode yang digunakan dalam
riset ini adalah metode deskriptif. Yang menjadi objek penelitian bagian
gudang, sales, akunting. Mengumpulkan data menggunakan teknik observasi,
wawancara, kuesioner, dan pencarian di internet. Uji statistic menggunakan rank
spearman dalam pengujian hipotesis dengan menggunakan SPSS 18. Hasil riset
menunjukan bahwa implementasi ERP di PT. Telview Technoloy dilakukan dengan
baik dan kualitas informasi yang dihasilkan memiliki kualitas baik.
Abstract
This
research was carried out at PT. Telview Technology. This
research object is implementation Enterprise Resource Planning (ERP) and
information quality. The condition of implementation Enterprise Resource
Planning (ERP) and information quality of PT. Telview Technology is on good
category.The purpose of this research is to know the influence implementation
ERP towards information quality at PT. Telview Technology The method that use
in this research is descriptive method.
Analysis unit in this research is accounting, sales, warehouse. Collecting data
techniques in this research is observation techniques, interview, quetioner and
searching (internet). Statistics testing that carried out is rank spearman
corellation, while hypothesis testing carried out by using SPSS 18.0 For
Windows support.Research result show up that: implementation ERP at PT. Telview
Technology was good, as well as information quality even was good.
Keyword:
Implementation ERP, Information Quality,ERP
1. PENDAHULUAN
Teknologi informasi tidak lagi dipandang
sebagai pelengkap atau pendukung, tetapi sudah menjadi salah satu penentu bagi
kesuksesan bisnis suatu perusahaan. Dukungan teknologi informasi terhadap
bisnis perusahaan memiliki peran untuk meningkatkan produktifitas karyawan dan
membantu pencapaian kualitas informasi serta memberi kepuasan bagi konsumen
maupun karyawan, sehingga perusahaan sebaiknya memperhatikan pengembangan
sistem informasi.
Penggunaan sistem informasi diharapkan
dapat memberi manfaat yang besar terhadap dunia bisnis yang sangat kompetitif.
Tidak mengherankan jika keputusan akan investasi dan perhatian terhadap faktor
penentu kesuksesan pengembangan dan implementasi sistem informasi pada
perusahaan dan menjadi hal yang sangat penting. Sistem informasi memerlukan
suatu perencanaan dan implementasi yang due audit care, untuk
menghindari adanya penolakan terhadap sistem yang dikembangkan (resistance
to change).
Solusi yang menjadi primadona bisnis
saat ini adalah paket untuk mengelola sumber daya perusahaan secara keseluruhan
atau yang umum dikenal dengan istilah Enterprise Resource Planning (ERP).
ERP mempunyai kemampuan untuk mengintegrasikan semua proses yang ada dalam area
fungsional perusahaan, antar departemen, maupun antar lokasi yang berbeda.
Integrasi sistem dijelaskan bahwa data
yang diperoleh dari sistem yang berbeda-beda akan diintegrasikan secara real
time, dengan demikian tidak ada lagi perbedaan proses yang terjadi antar
fungsi, antar departemen, maupun antar lokasi yang berbeda.
2. Metode Penelitian
Tahapan
Penelitian
beberapa tahapan dalam melakukan
penelitian. Menurut suliyanto (2006:21) penelitian dilakukan dalam beberapa
tahapan
1.
Mengidentifikasi masalah
2.
Studi pendahuluan
3.
Melakukan perumusan hipotesis
4.
Membuat desain riset
5.
Mengumpulkan data
6.
Menganalisa data
7.
Menarik kesimpulan dan rekomendasi
8.
Menyusun laporan hasil riset
1. Mengidentifikasi permasalahan
Perumusan
masalah merupakan dasar dalam sebuah riset. Seseorang bertindak karena ada
motif yang mendorongnya untuk melakukan sesuatu, demikian juga seseorang
melakukan riset karena terdapat suatu permasalahan yang harus dipecahkan.
Permasalahan dalam riset bisa bersifat kompleks, namun juga bisa bersifat
sederhana. Permasalahan yang bersifat kompleks tentu akan memerlukan pemecahan
yang kompleks pula, demikian juga sebaliknya.
2. Melakukan studi pendahuluan
Dalam melakukan riset yang dilakukan
selanjutnya adalah melakukan studi pendahuluan untuk memperoleh gambaran
ringkas tentang apa yang akan diteliti. Menurut suliyanto(2006;37) beberapa
cara yang dapat dilakukan dalam melakukan studi pendahuluan
3. Perumusan Hipotesis
Kata hipotesis berasal dari kata hipo yang berarti lemah dan tesis berarti pernyataan. Hipotesis
merupakan jawaban sementara yang hendak diuji kebenarannya melalui riset dan
analisis data. Tidak semua riset
memerlukan hipotesis, riset yang bersifat eksploratif dan deskriptif tidak
memerlukannya, hipotesis digunakan dalam riset yang bersifat kuantitaif
sehinggan riset kualitatif yang tidak memerlukan hipotesis justru akan
menemukan hipotesis.
Dalam riset kuantitatif, hipotesis
diperlukan untuk tujuan :
1. Menjelaskan
masalah riset
2. Menjelaskan
variable – variable yang akan diuji
3. Pedoman
untuk memilih alat analis data
4. Dasar
untuk membuat kesimpulan riset
4. Desain Riset
Sebelum riset dilakukan, peneliti harus
membuat daftar pedoman riset sesungguhnya. Dengan demikian, semua yang terlibat
dalam kegiatan riset akan berjalan efektif dan efisien.
Adapun beberapa
strategi desain riset
1.
Desain dilihat dari perumusan masalah
2.
Metode pengumpulan data
3.
Riset dengan menggunakan variable
4.
Desain skala pengukuran
5.
Desain sampling
5. Pengumpulan data
Dalam riset, data merupakan bahan mentah
yang belum diolah. Hasil dari suatu riset akan bergantung pada informasi yang
diperoleh, sedangkan akurasi informasi sangat bergantung pada data yang
dikumpulkan.
Syarat – syarat
data yang baik antara lain:
1.
Data harus akurat
2.
Data harus relevan
3.
Data harus uptodate
6. Analisis data
Menurut suliyanto (2006:161) Analisa
data dalam riset pada hakikatnya merupakan proses mengolah data yan telah
diperoleh dilapangan. Hasil akhir riset disamping tergantung pada data yan
diperoleh dilapangan juga akan tergantung pada bagaimana menganalisa data. Jika
menggunakan analisis statistik, sebelum data dianalisa harus disusun dalam
suatu tampilan analisis statistik. Kesalahan dalam penyajian data akan
berkaibat pada kesalahan dalam melakukan analisis yang berdampak pada hasil
akhir riset.
7. Menarik kesimpulan dan rekomendasi
Tahap akhir riset adalah menarik kesimpulan.
Kesimpulan pada dasarnya merupakan jawaban akhir atas apa yang telah
dihipotesiskan sehingga kesimpulan intinya merupakan jawaban akhir hipotesis.
Jawaban akhir dalam kesimpulan harus memiliki dasar yang kuat, dasar yang kuat
telah diuraikan secara panjang lebar dalam pembahasan sehingga kesimpulan juga
merupakan intisari pembahasan.
Metode Analisis Data
Untuk mendapatkan hasil penelitian yang baik dan dapat dipertanggung
jawabkan, diperlukan serangkaian pengujian baik terhadap instrument kuesioner,
hubungan antar variable maupun hipotesis yang diajukan penulis. Adapun metode
statistik yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut ;
Uji Validitas
Uji validitas dilakukan untuk mengetahui sejauh mana suatu alat
pengukur dapat mengukur apa yang ingin diukur. Hasil penelitian dikatakan valid
bila terdapat kesamaan antara data yang terkumpul dengan data yang sesungguhnya
terjadi pada objek yang diteliti, sedangkan penelitian yang dikatakan tidak
valid bila ada ketidak sesuaian antara data yan terkumpul dengan data yang
sesungguhnya terjadi objek.
Bila suatu alat ukur sudah dikatakan valid,
maka selanjutnya dapat dilakukan pengujian reabilitas. Sebaliknya bila alat
ukur dikatakan tidak valid, maka alat ukur yang telah digunakan sebelumnya
harus diganti dengan alat ukur yang lebih tepat.
Rumus untuk menguji validitas data adalah
Uji Realibiltas
Jika alat ukur telah dinyatakan valid, selanjutnya reliabilitas alat
ukur tersebut diuji. Reliabilitas adalah suatu nilai menunjukan konsistensi
suatu alat ukur didalam mengukur gejala yang lama. Suatu alat ukur yang
reliable bila alat ukur yang digunakan itu stabil, dapat diandalkan dan dapat
diramalkan. Sedangkan alat ukur yang tidak reliable adalah bila alat ukur yang
digunakan tidak tetap dan memberikan hasil yang tidak sama (tidak konsisten).
Pengujian reliabilitas instrument dapat dilakukan dengan teknik belah 2
dari spearman brown(split half). Berikut
ini adalah rumusnya
Ri = 
Makin kecil kesalahan pengukuran, makin realiabel alat
pengukur. Sebaliknya makin besar kesalahan pengukuran, makin tidak reliable
alat pengukuran.
Koefisien Korelasi Rank Spearman
Koefisien
korelasi rank-spearman digunakan apabila pengukuran instrumen
menggunakan skala ordinal supangat (2010:362) mengungkapkan bahwa “untuk
menentukan besaran koefisien korelasi (tingkat hubungan) dari variabel bebas
dan variable tidak bebas dinyatakan dalam bentuk formulasi rank-spearman berikut
Setelah didapat nilai r, kemudian
nilai r tersebut dianalisa dengan menggunakan ketentuan sebagai berikut:
1. Jika r = +1 atau mendekati +1,
hubungan antara kedua variable kuat sekali dan searah, jadi jika X naik maka Y
naik ataupun sebaliknya.
2. Jika r = 0 atau mendekati 0,
hubungan antara kedua variable semakin lemah atau tidak ada hubungan sama
sekali antara variable X dan variable Y
3. Jika r = -1 atau mendekati -1,
hubungan antara kedua variable kuat tetapi mempunyai hubungan yang terbalik.
Jadi jika X naik maka Y turun ataupun sebaliknya.
untuk mengetahui seberapa dekat derajat
hubungan antar kedua variable tersebut diperlukan suatu tafsiran yang akan
dijelaskan seperti yang terlihat pada table.
Koefisien
Determinasi(R)
Supangat
(2010:341) mengemukakan bahwa “ koefisien determinasi adalah merupakan ukuran
(besaran)untuk menyatakan tingkat kekuatan hubungan dalam bentuk persen (%)”.
|
Interval koefisien
|
Tingkatan hubungan
|
|
0.00 - 0.199
|
sangat rendah
|
|
0.20 - 0.399
|
Rendah
|
|
0.40 - 0.599
|
Sedang
|
|
0.60 - 0.799
|
Kuat
|
|
0.80 – 1.000
|
sangat kuat
|
Besaran
ini dinyatakan dengan notasi R dengan rumus koefisien determinasi berikut :
R
= r2 x 100%
Keterangan
:
R =
koefisien determinasi
r = hasil
perhitungan kolerasi rank –spearman
100%
= persentase
Tabel 1. Interpetrasi Koefisien Korelasi
Pengujian Hipotesis
Suatu
koefisien korelasi haruslah merupakan suatu nilai yang signifikan untuk menguji
keberartian koefisien korelasi dengan dilakukan langkah – langkah sebagai
berikut :
1.
Menentukan hipotesa
Ho : rs ≤ 0
Artinya sistem
ERP tidak berperan positif dalam mempengaruhi efektifitas kerja
Ho : rs > 0
Artinya sistem
ERP berperan positif dalam mempengaruhi efektifitas kerja
2.
Menentukan taraf signifikan
Dengan ketentuan
;
a.
(α) = 0.05
b.
Dk = n -2
3.
Uji Statistik
t = rs √n-2/
1-rs2
dimana
n = jumlah
sample
rs = nilai
korelasi
untuk mendapat
suatu kesimpulan apakah terdapat signifikan atau tidaknya korelasi antara
variable X dan variable Y, maka hasil thitung dibandingkan dengan ttabel
dengan criteria sebagai berikut
1. Apabila
thitung > ttabel maka Ho ditolak, Ha diterima
2. Apabila
thitung < ttabel maka Ho diterima, Ha ditolak
4.
Hasil
Penelitian
Variable yang diteliti dalam penelitian
ini adalah mengenai implementasi sistem ERP dan kualitas informasi. Penelitian
ini menggunakan alat pengumpul data berupa kuesioner
Uji
Validitas
Uji validitas
yang digunakan menguji angket dengan menghitung nilai validitas dari setiap
butir soal yang ada didalam angket. Dalam hal ini dimana angket diberikan
kepada para pengguna software ERP sebanyak 24 orang. Kemudian skor yang
diperoleh dari angket tersebut dihitung menggunakan rumus koefisien korelasi product moment dari rang spearman dengan
bantuan program SPSS.
Tabel
2. Uji validitas kuesioner implementasi ERP
|
No. Item
|
R hitung
|
R tabel
|
keterangan
|
|
Q1
|
0.427
|
0.404
|
Valid
|
|
Q2
|
0.475
|
0.404
|
Valid
|
|
Q3
|
0.465
|
0.404
|
Valid
|
|
Q4
|
0.626
|
0.404
|
Valid
|
|
Q5
|
0.594
|
0.404
|
Valid
|
|
Q6
|
0.448
|
0.404
|
Valid
|
|
Q7
|
0.496
|
0.404
|
Valid
|
|
Q8
|
0.491
|
0.404
|
Valid
|
|
Q9
|
0.430
|
0.404
|
Valid
|
|
Q10
|
0.414
|
0.404
|
Valid
|
|
Q11
|
0.669
|
0.404
|
Valid
|
|
Q12
|
0.414
|
0.404
|
Valid
|
|
Q13
|
0.711
|
0.404
|
Valid
|
|
Q14
|
0.693
|
0.404
|
Valid
|
|
Q15
|
0.454
|
0.404
|
Valid
|
Tabel 3. Uji validitas mengenai kualitas informasi
|
No. Item
|
R hitung
|
R tabel
|
keterangan
|
|
Q1
|
0.983
|
0.404
|
Valid
|
|
Q2
|
0.884
|
0.404
|
Valid
|
|
Q3
|
0.843
|
0.404
|
Valid
|
|
Q4
|
0.861
|
0.404
|
Valid
|
|
Q5
|
0.766
|
0.404
|
Valid
|
|
Q6
|
0.786
|
0.404
|
Valid
|
|
Q7
|
0.886
|
0.404
|
Valid
|
|
Q8
|
0.665
|
0.404
|
Valid
|
|
Q9
|
0.559
|
0.404
|
Valid
|
|
Q10
|
0.777
|
0.404
|
Valid
|
|
Q11
|
0.924
|
0.404
|
Valid
|
|
Q12
|
0.914
|
0.404
|
valid
|
|
Q13
|
0.949
|
0.404
|
valid
|
|
Q14
|
0.897
|
0.404
|
valid
|
|
Q15
|
0.54
|
0.404
|
valid
|
|
no
|
X
|
Y
|
Rank X (Rx)
|
Rank Y (Ry)
|
di=(Rx-Ry)
|
di2
|
|
1
|
60
|
55
|
2
|
3.5
|
-1.5
|
2.25
|
|
2
|
55
|
55
|
11
|
3.5
|
7.5
|
56.25
|
|
3
|
45
|
46
|
18.5
|
19
|
-0.5
|
0.25
|
|
4
|
47
|
45
|
13
|
21
|
-8
|
64
|
|
5
|
60
|
59
|
2
|
1
|
1
|
1
|
|
6
|
36
|
54
|
23
|
6.5
|
16.5
|
272.25
|
|
7
|
45
|
44
|
18.5
|
22.5
|
-4
|
16
|
|
8
|
34
|
47
|
24
|
17
|
7
|
49
|
|
9
|
57
|
52
|
8
|
12.5
|
-4.5
|
20.25
|
|
10
|
58
|
54
|
6.5
|
6.5
|
0
|
0
|
|
11
|
59
|
52
|
4.5
|
12.5
|
-8
|
64
|
|
12
|
45
|
51
|
18.5
|
14
|
4.5
|
20.25
|
|
13
|
45
|
49
|
18.5
|
15
|
3.5
|
12.25
|
|
14
|
45
|
41
|
18.5
|
24
|
-5.5
|
30.25
|
|
15
|
60
|
53
|
2
|
10
|
-8
|
64
|
|
16
|
58
|
57
|
6.5
|
2
|
4.5
|
20.25
|
|
17
|
45
|
44
|
18.5
|
22.5
|
-4
|
16
|
|
18
|
46
|
46
|
14
|
19
|
-5
|
25
|
|
19
|
59
|
53
|
4.5
|
10
|
-5.5
|
30.25
|
|
20
|
56
|
54
|
9.5
|
6.5
|
3
|
9
|
|
21
|
45
|
46
|
18.5
|
19
|
-0.5
|
0.25
|
|
22
|
56
|
53
|
9.5
|
10
|
-0.5
|
0.25
|
|
23
|
48
|
54
|
12
|
6.5
|
5.5
|
30.25
|
|
24
|
45
|
48
|
18.5
|
16
|
2.5
|
6.25
|
|
jumlah
|
809.5
|
|||||
|
Tabel
4. Uji relibilitas implementasi ERP
|
||
|
Cronbach's Alpha
|
Cronbach's Alpha Based on Standardized Items
|
N of Items
|
|
.791
|
.811
|
15
|
Tabel 5. Uji reabilitas kualitas
informasi
|
|
||
|
Cronbach's Alpha
|
Cronbach's Alpha Based on Standardized Items
|
N of Items
|
|
.965
|
.964
|
15
|
Tabel 6. Data
hasil kuesioner
Analisis koefisien korelasi rang
spearman
Koefisien
korelasi rank spearman digunakan untuk mencari hubungan antar variable yang
diukur Koefisien korelasi rank spearman digunakan untuk mencari hubungan antar
variable yang diukur dan sumber data antar variabel tidak harus sama. Koefisien
korelasi rank spearman (r) dari implementasi sistem ERP (variabel X) dan
kualitas informasi (variabel Y) Pada PT. Telview Technology, dapat dihitung
jika n=24 (responden) dan di2 = 809,5 dengan hasil sebagai berikut:
r = 1- 0,351
r = 0,648
Hasil
perhitungan koefisien korelasi rank spearman (r) di atas sebesar 0,648, ini
menunjukkan bahwa interval koefisien antara 0,60 – 0,799 (lihat tabel),
sehingga dapat dikatakan bahwa derajat hubungan implementasi sistem ERP dan
kualitas informasi termasuk dalam kategori kuat.
Dilihat
dari hasil perhitungan diatas penulis menyimpulkan bahwa rendahnya peranan
sistem ERP terhadap kualitas informasi diakibatkan oleh:
1.Kurangnya pengetahuan pengguna
terhadap sistem
ERP yang ada di PT. Telview Technology.
2.Kurangnya pelatihan dan training
bagi pengguna sistem ERP
Koefisien
determinasi
Pengaruh implementasi sistem ERP
terhadap kualitas informasi dapat dihitung dengan menggunakan rumus koefisien
determinasi sebagai berikut:
R = r2 x 100%
R = 0.6482 x 100 %
R = 0,4199 x 100%
R = 41,99%
Hasil
koefisien determinasi di atas, menunjukkan besarnya pengaruh implementasi
sistem ERP terhadap kualitas informasi sebesar 41,99%, sedangkan sisanya
dipengaruhi faktor lainnya yang tidak diteliti, faktor tersebut diiidikasi
adalah komunikasi pemakai dan pengembang, serta dukungan manajemen puncak.
Pengujian Hipotesis
Untuk
membuktikan hipotesis yang telah penulis buat, maka digunakan uji signifikasi
dengan cara sebagai berikut;
1.
Menentukan hipotesa
Ho
: rs ≤ 0
Artinya sistem
ERP tidak berperan positif dalam mempengaruhi efektifitas kerja
Ho
: rs > 0
Artinya sistem
ERP berperan positif dalam mempengaruhi efektifitas kerja
2. Menentukan
Taraf Signifikan
Dengan derajat kebebasan (dk = n-2 = 22) dan taraf α
= 5% maka diperoleh ttabel = 0.4044 sedangkan hasil thitung
adalah sebagai berikut
t = rs √n-2/ 1-(rs2)
t
= 0.648 √24-2 / 1 – (0.6482)
t
= 0.648√22 / 0.580
t
= 0.648√37,931 = 0.648 x 6.158
t
= 3.9911
kriteria keputusan :
1. Apabila
thitung > ttabel maka Ho ditolak,Ha diterima
2. Apabila
thitung < ttabel maka Ho diterima,Ha ditolak
Dari
perhitungan diatas diperoleh
thitung
= 3.9911
ttabel
= 1,7171
dari
hasil diatas menunjukan bahwa thitung > ttabel (
3.9911 > 1.7171 ), maka Ho ditolak dan Ha diterima dimana terdapat peranan
sinifikan antara implementasi ERP dengan informasi yang dihasilkan.
5.
KESIMPULAN & SARAN
Kesimpulan
Implementasi ERP
telah dilakukan dengan baik dan pengguna menyetujui implementasi sistem ERP
pada PT. Telview Technology, Informasi yang dihasilkan sistem ERP memiliki
kualitas yang baik dan besarnya
pengaruh implementasi sistem ERP terhadap kualitas informasi sebesar 41,99%,
sedangkan sisanya dipengaruhi faktor lainnya yang tidak diteliti, faktor
tersebut adalah komunikasi pemakai dan pengembang, dukungan manajemen puncak, motivasi karyawan
terhadap pekerjaan.
Daftar Acuan
Paper dalam jurnal
[1]
Dian dwinita, Sri restu yulia.
2009. Pengaruh
implemetasi ERP terhadap kualitas informasi
akutansi di PT. PLN. ISSN : 2086-0477,
Bandung:
vol.I/No.1/oktober 2009
[2] Suryalena.2013.
ERP sebagai tulang punggung
bisnis masa kini, Riau: vol.3 no.2, April
2013
[3] Wahyu Agus winarno.
2011. Arti Penting Visi
Bisnis Dalam Implementasi Sistem ERP.
ISSN;1412-5366, Jember ; JEAM vol. X No.1,
2011
Monograf, buku yang diedit, buku
[4]
Bin Ladjamudin, Al Bahra, 2005, analisis
dan
desain sistem informasi Tangerang:2005
[5]
Dhewanto, wawan dan falahah, 2007, ERP :
Menyelaraskan
Teknoloi Informasi dengan Strategi
Bisnis,Bandung: informatika
[6]
Jogiyanto.HM. 2005, Analisa & Desain
sistem
Informasi. Yogyakarta:
Andi
[7]
Jogiyanto HM, 2008. Metodologi Penelitian
Sistem
Informasi. Yogyakarta: Andi
[8]
Sugiyono, 2008. Metode Penelitian
Kuantitatif,
Kualitatif dan R&. Bandung :
Alfabeta
[9]
Suliyanto, 2006, Metode Riset Bisnis.
Yogyakarta:
Andi.
[10]
Sutedjo Dharmo Oetomo, Budi.2007.
Perencanaan
dan Pengembangan Sistem
Informasi.
Yogyakarta:Andi
[11]
Widjaya Kurniawan, Iwan.2012. Enterprise
Resource Planning. Yogyakarta:
Graha ilmu.
No comments:
Post a Comment