Wednesday, March 8, 2017

TROUBLE TICKETING SYSTEM PADA PT. INFOKOM ELEKTRINDO JAKARTA

TROUBLE TICKETING SYSTEM PADA
PT. INFOKOM ELEKTRINDO
JAKARTA

Agung Basuki Manto, Rame Santoso

Program Studi Sistem Informasi, Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer Nusa Mandiri
Jln. Kramat Raya No.2, Telp.(021)31908575, Jakarta Pusat, Indonesia

E-mail: abas.gundul@gmail.com, rame.rms@bsi.ac.id


Abstrak
PT. Infokom Elektrindo merupakan perusahaan yang bergerak dibidang jasa telekomunikasi VSAT. Salah satu perusahaan telekomunikasi terbesar di Indonesia yang sudah mempunyai ribuan pelanggan di seluruh Indonesia.
Banyaknya pelanggan membuat perusahaan harus melakukan inovasi di layanan penanganan gangguan pelanggan agar gangguan yang terjadi di pelanggan dapat terlayani serta tertangani dengan cepat dan efektif. Salah satu inovasi yang bisa diambil adalah Trouble Ticketing System. Sistem yang mampu meningkatkan efektiftas dan efesiensi kerja dalam penanganan gangguan pelanggan. diharapkan dengan adanya Trouble Ticketing System ini, pelanggan akan merasa puas akan layanan perusahaan dan bisa menambah jumlah pelanggan yang merasa puas dengan layanan perusahaan.

Kata Kunci : Pelanggan, Gangguan, Trouble Ticketing System, Puas.

Abstract

PT. Infokom Elektrindo is a company engaged in telecommunications services VSAT. One of the largest telecommunications company in Indonesia which already has thousands of customers throughout Indonesia.

The number of customers makes the company had to innovate in customer service handling problems that disturbance in customers can be served and handled quickly and effectively. One of the innovations that can be taken is Trouble Ticketing System. The system is able to improve the effectiveness and efficiency of work in handling customer issues. expected by the Trouble Ticketing System, customers will feel satisfied with the service company and can increase the number of customers who are satisfied with the service companies.

Key Word : Decision Support System




1.    Pendahuluan

Di tengah pesatnya perkembangan dunia teknologi informasi di dunia khususnya di Indonesia, menyebabkan perusahaan di bidang teknologi informasi banyak bermunculan. Berbagai produk dan jasa ditawarkan oleh perusahaan-perusahaan tersebut. Dari ISP (Internet Service Provider), NAP (Network Access Provider), E-Commerce dan lain sebagainya. Semua perusahaan berlomba untuk mendapatkan pelanggan sebanyak-banyaknya agar bisa bertahan dalam persaingan ini.
Menurut Sulistiowati dkk (2013:76)
Uji coba aplikasi dengan menggunakan 65 responden pada PT Lovely Corpin Tour & Travel Surabaya, dapat ditunjukan bahwa aplikasi dapat melakukan analisis berdasarkan lima faktor tampilan fsik, keandalan, daya tanggap, jaminan, dan empati. Hasil analisis pengaruh kualitas pelayanan terhadap kepuasan pelanggan berdasarkan uji coba tersebut diperoleh nilai sebesar 66.51%. selain itu dapat diketahui bahwa faktor dari kualitas pelayanan paling berpengaruh adalah faktor empati dengan nilai pengaruh sebesar 58.45%.

Untuk membuat pelanggan merasa puas, salah satu cara yang bisa dilakukan adalah dengan membuat Trouble Ticketing System. Sebuah sistem informasi yang bisa memberikan informasi kepada pelanggan mengenai masalah yang sedang dihadapi pelanggan serta tindakan yang dilakukan untuk memperbaiki masalah tersebut.  Oleh sebab itu penulis memilih judul “Trouble Ticketing System Pada PT. Infokom Elektrindo Jakarta”.
2.    Metode Penelitian

Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan diatas, maka permasalahan dapat diidentifikasi sebagai berikut
a.     Sistem informasi penangan masalah pelanggan yang kurang memadai.
b.     Tindakan penanganan untuk menyelesaikan masalah pelanggan belum terekam dengan baik.
c.     Pelanggan bisa memonitor proses penanganan masalah yang sedang pelanggan hadapi.

2.1.       Teknik Pengumpulan Data
2.1.1. Observasi
Dalam hal ini  penulis melakukan pengamatan langsung ke PT Infokom Elektrindo untuk mendapatkan segala sesuatu yang berkaitan dengan Trouble Ticketing System
2.1.2. Wawancara
Dalam hal ini  penulis melakukan wawancara secara langsung dengan Bapak Sartono selaku Manager HUB PT Infokom Elektrindo.
2.1.3. Studi Pustaka
Dalam hal ini penulis memperoleh buku-buku referensi dari perpustakaan Nusa Mandiri di Jakarta dan beberapa literatur yang diambil dari internet.

2.2.       Model Pengembangan Sistem
2.2.1. Analisa Kebutuhan Sistem
Seluruh kebutuhan software harus bisa didapatkan dalam fase ini, oleh karena itu dengan mempertimbangkan kebutuhan  dan permasalahan yang ada maka penulis menggunakan software XAMPP, dalam penggunaanya nanti, diperuntukan untuk Trouble Tickettinf  System PT. Telkom Indonesia untuk input data gangguan, pelaporan sistem informasi performansi setiap bulannya. Adapun input data yang dimasukan nantinya berupa data teknis layanan dan keluaran berupa report gangguan dan performansi layanan komunikasi data.
2.2.2. Desain
Merupakan tahap penerjemahan dari sebuah analisa kebutuhan ke dalam sebuah bentuk yang mudah dipahami oleh pengguna. Pada tahap ini penulis menggunakan Unified Modeling Language (UML) dalam proses desain sistem dan Entity RelationDiagram (ERD) dalam proses desain database.
2.2.3.      Code Generation
Merupakan tahapan penerjemahan atau pemecahan masalah yang sudah dirancang pada tahap desain kedalam bahasa pemrograman tertentu sehingga dapat dimengerti dan diterjemahkan oleh mesin. Pada tahap ini penulis menggunakan bahasa pemrograman PHP dengan konsep object oriented programing (OOP).

2.2.4.      Testing
Pada tahap ini program diintegrasikan menjadi sistem yang lengkap kemudian dilakukan blackbox testing untuk meyakinkan bahwa sistem sesuai dengan spesifikasinya, dengan menguji cobakan sistem informasi yang telah rampung.
2.2.5.      Support
Pada tahap ini, penulis mempublikasikan sistem yang telah dirancang ke server local intranet perusahaan tersebut. pada tahap ini juga penulis akan mendefinisikan kebutuhan software dan hardware untuk kebutuhan sistem yang telah dirancang.

3.    Hasil dan Pembasahan
3.1.       Analisis Kebutuhan Sistem
3.2.       Use Case Admin


Gambar 1. Use Case Admin


Tabel 1. Deskripsi Use Case Diagram Admin

Use Case Name
Admin
Requirement
B1-B4
Goal
Admin  dapat mengelola data User, Trouble Ticket dan Customer.

Pre-Conditions
Admin telah Login

Post-conditions
Data User, Trouble Ticket dan Customer berhasil disimpan

Failed end condition
Gagal Meyimpan data.

Primary Actors
Admin

Main Flow / Basic Path
1.      Admin masuk ke Manage Trouble Ticket
2.      Admin  dapat mengedit data Trouble Ticket
3.      Admin dagpat menghapus data Trouble Ticket
4.      Admin menyimpan data Trouble Ticket

Alternate Flow/Invariant A
A1. Admin masuk ke Manage User
A2. Admin dapat menambah User
A3. Admin dapat mengedit User
A4. Admin dapat menghapus User
A.5. kembali ke langkah 4

Invariant B
B1. Admin masuk ke manage Customer
B2. Admin dapat menambah data Customer
B3. Admin dapat mengedit data Customer
B4. Admin dapat menghapus data Customer
B.5. kembali ke langkah 4


3.3.         Use Case User


Gambar 2. Use Case User


Tabel 2. Deskripsi Use Case Diagram User

Use Case Name
Halaman User
Requirement
A1-A5
Goal
User dapat membuka dan menutup Trouble Ticket
Pre-Conditions
User telah berhasil Login
Post-conditions
User menutup Trouble Ticket.
Failed end condition
User gagal masuk ke Trouble Ticketing System
Primary Actors
User
Main Flow / Basic Path
1.    User melakukan login
2.    User membuka Trouble Ticket baru
3.    User memasukan Action Taken.
4.    User menutup Trouble Ticket

3.4.            Desain
3.4.1.      Entity Relationship Diagram (ERD)


Gambar 3. Entity Relationship Diagram

3.4.2.      Logical Record Structure (LRS)


Gambar 4. Logical Record  Stucture

3.5.            Class Diagram


Gambar 5. Class Diagram

3.6.            Component Diagram


Gambar 6. Component Diagram













3.7.            Implementasi
3.7.1.      Index


Gambar 4. Halaman Index

3.7.2.      Halaman My Task


Gambar 5. Halaman My Task

4.    Kesimpulan
Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh penulis mengenai Trouble Ticketing System Pada PT. Infokom Elektrindo maka dapat ditarik beberapa kesimpulan sebagai berikut :
1.       Memberikan kemudahan bagi Customer Service, Technical Support dan Operation dalam melakukan penangan gangguan pelanggan.
2.       Mampu Menigkatkan efektifitas dan efisiensi perusahaan dalam penanganan gangguan pelanggan.
3.       Memudahkan Customer Service dalam melakukan administrasi Trouble Ticket.
Mampu Meningkatkan jumlah pelanggan yang merasa puas dengan pelayanan perusahaan.

5.     Daftar Pustaka

[1]    Al Fatta, Hanif. 2007. Analisis & Perancangan Perancangan Sistem Informasi . Yogyakarta: Andi Offset.

[2]    Ayu, Hermawati Tika dkk. 2013. Rancang Bangun Aplikasi Analisis Pengaruh Kualitas Pelayanan terhadap Kepuasan Pelanggan Pada PT Lovely Corpin Tour & Travel Surabaya. Surabaya: JSIKA Vol 2 No. 2(2013)/ISSN 2338-137X.

[3]    Hutahean, Jeperson. 2014. Konsep Sistem Informasi. Yogyakarta: Deepublish.

[4]    Mustakini, Jogianto Hartono. 2005. Analisis dan Desain Sistem Informasi. Yogyakarta : Andi Yogyakarta.

[5]    Peranginangin, Kasiman. 2006. Aplikasi WEB dengan PHP dan MYSQL.Yoyakarta: Andi Offset

[6]    Primawati, Alusyanti dkk. 2012. Analisis dan Perancangan Sistem Informasi Online Penangan Keluhan Konsumen Pada Pasar Modern PT X. Yogyakarta. ISSN: 1907-5022

[7]    Subekti, Dera SMP. 2013. Manajemen Komplain Pelannggan Dalam Rangka Peningkatan Pelayanan di RSUD Dr. Iskak Tulungagung. Surabaya: ISSN 2303-341X

[8]    Sukamto, Rosa Ariani dan Mutia Shalahuddin. 2013. Rekayasa Perangkat Lunak Terstruktur dan  Berorientasi Objek. Bandung: Informatika

[9]    Yulikuspartono. 2009. Pengantar Logika dan Algoritma. Yogyakarta: Andi Offset.


No comments:

Post a Comment